Sabtu, 08 Desember 2018

Memilih Tas Asli dan Palsu

Bagi para awam, membedakan tas orisinil serta palsu terbukti bukan perkara mudah, apalagi para pemalsu tas bermerek saat ini makin pintar saja. Tergolong juga tipe bag organizer. Supaya Kamu tak mudah tertipu, simak trik dari Amelia Masniari, personal private buyer serta penulis buku Miss Jinjing, Belanja Hingga Mati.

Memilih Tas Asli dan Palsu

1. Harga Barang
Jangan sempat percaya barang bermerek orisinil apabila harganya 30 persen di bawah harga asli. Barang semacam tas Louis Vuitton (LV) tak sempat didiskon di outlet resminya, kecuali untuk karyawan pada waktu-waktu tertentu. Merek Chanel di Asia jarang sekali diskon, kalau pun diskon biasanya barang yang telah out of season.

Contoh lainnya, apabila suatu  butik memperkenalkan tas Chloe seharga tiga juta rupiah, telah dapat dipastikan itu palsu sebab harga di outlet resmi kurang lebih Rp 15 juta. Seandainya diskon 50 persen pun, berarti harganya Rp 7,5 juta.

2. Struktur Tas
Sekalipun bahannya dari kanvas, parasut, alias kain, tas orisinil mempunyai struktur yang kokoh. Pola jahitan serta pemasangan tulang rangka tas tersebut dengan sistem double stitch alias dijahit dengan benang rangkap dua serta dijahit dua kali.

3. Retsleting
Perhatikan retsletingnya. Yang orisinil bahannya justru agak kasar serta biasanya kaitnya diembos dengan logo merek. Beda musim, biasanya beda pula model retsletingnya. Tidak hanya itu zipper tas bermerek punya ukuran standar berat serta dimensi tertentu.

4. Tas Pembungkus
Dustbag (tas pembungkus) yang orisinil mempunyai bahan yang halus dengan ukuran lebih lebar dari tasnya. Sebaliknya, dustbag tas palsu ukurannya pas-pasan. Patut diperhatikan lagi, dustbag barang orisinil disertai lap pembersihnya (umpama merek Chanel).

5. Pelapis Dalam
Pelapis dalam tas orisinil LV biasanya terbuat dari bahan alias suede yang halus. Sementara itu, kain pelapis dalam tas Prada alias Gucci bermotif logo serta nama merek. Tiap season dapat tak sama. Kenali logo serta bentuk huruf merek tersebut sebab yang palsu tak jarang tak sama bentuk huruf, bahkan terbalik.