5 Hal yang Harus Dipertimbangkan sebelum Renovasi Rumah Tipe 30/60

Sebagian besar rumah yang dibuat di perumahan kelas menengah biasanya minimalis tipe 30/60. Tipe rumah inilah yang banyak diminati pasangan muda yang baru menikah. Tapi, banyak yang memutuskan untuk renovasi rumah saat anggota keluarga bertambah. Tapi, beberapa hal berikut perlu Anda pertimbangkan sebelum merenovasinya.

1. Urgensi Merenovasi Rumah
Apakah rumah minimalis Anda memang benar-benar butuh renovasi? Jika rumah ini sudah berusia di atas 20 tahun, meski belum terlihat kerusakan parah, renovasi adalah langkah paling tepat. Pada usia tersebut, struktur bangunan memang sudah kurang layak huni dan bisa membahayakan penghuninya kapan saja.

Tapi, bagaimana jika usianya masih kurang drai 5 tahun tapi butuh tambahan ruangan karena balita yang juga butuh kamar sendiri? Ini juga termasuk alasan yang tepat untuk Anda merenovasi rumah, tapi sebagian saja. Berhubung luas tanah kosong dan bangunan rumahnya sama, Anda bisa memanfaatkan sebagian tanah kosonny untuk menambah ruangan.

Tapi, jika hanya karena bosan dengan model rumahnya atau warna cat yang pudar, jelas ini bukan alasan yang tepat untuk renovasi rumah. Anda bisa menyiasatinya dengan memilih warna cat berbeda atau mengubah interiornya dengan megubah posisi furnitur untuk menciptakan suasana baru.

2. Prioritaskan Bagian yang Rusak
Penting juga untuk Anda memprioritaskan bagian rumah yang benar-benar butuh perbaikan atau renovasi. Misal, dapur yang ada sekarang tidak cukup untuk kitchen set impian Anda. Nah, jika memungkinkan, Anda bisa memperlebar salah satu sisinya tanpa harus membongkar keseluruhan dapur.

Kemudian, jika hanya genting yang bocor sementara eternitnya masih bagus dan tidak lembap, cukup ganti gentingnya saja. Anda tidak perlu mengganti eternitnya apalagi sampai membongkar ruangan yang gentingnya bocor tersebut.

3. Buat Estimasi Biaya
Renovasi rumah, baik itu sebagian maupun total, keduanya butuh bujet yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penting untuk Anda membuat estimasinya. Dengan cara ini, Anda bisa menghematnya dan tidak asal beli barang.

Saat membuat estimasi pengeluaran untuk renovasi, Anda bisa melibatkan orang yang berpengalaman, misalnya pekerja atau tukang bangunan profesional. Bisa juga dengan mengonsultasikannya dengan keluarga atau kerabat yang pernah merenovasi rumahnya.

4. Cukupkah Dana yang Anda Miliki?
Jangan lupa untuk mengukur kemampuan Anda agar kesehatan finansial Anda tetap sehat. Selain itu, biaya renovasi juga tidak akan memangkas pengeluaran lainnya yang lebih pokok dan urgent, misalnya kebutuhan untuk makan dan pendidikan.

Pastikan jika tabungan yang Anda miliki memang bisa meng-cover biaya keseluruhan renovasi termasuk biaya untuk membayar pekerja bangunannya. Bahkan, sebaiknya tabungan Anda masih bersisa banyak agar bisa menutupi kebutuhan mendesak, baik itu tambahan biaya untuk renovasi maupun kebutuhan mendesak lainnya.

5. Memilih Pekerja Profesional
Poin ini tidak kalah penting untuk Anda pertimbangkan, terutama jika Anda ingin rumah yang sesuai dengan impian dan kokoh. Pekerja profesional biasanya mudah paham dengan desain yang Anda inginkan.

Selain itu, mereka juga tidak segan untuk memberi tahu Anda tentang bahan material berkualitas yang bisa membuat rumah Anda memiliki usia yang panjang dan masih alayak huni sampai masa tua Anda atau anak-anak Anda sudah besar dan berkeluarga.

Itu dia pertimbangan penting yang harus dipikirkan sebelum memutuskan untuk renovasi rumah minimalis Anda. Hal-hal lainnya bisa Anda pertimbangkan lagi dengan bijak. Tapi, untuk pertimbangan ke-5, Anda bisa mengandalkan Sejasa di sejasa.com. Setiap pekerjanya profesional dan berpengalaman sehingga dijamin Anda akan merasa puas dengan hasilnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel